Setiap hari, aktivitas memasak menghasilkan berbagai sisa bahan organik. Kulit jeruk, kulit nanas, potongan sayuran, dan berbagai limbah dapur lainnya sering kali dianggap tidak berguna dan berakhir sebagai sampah. Padahal, jika tidak dikelola dengan baik, limbah organik dapat menimbulkan bau tidak sedap serta memberikan dampak terhadap lingkungan.
Berangkat dari permasalahan tersebut, lahirlah sebuah inovasi dari SMKN 2 Boyolangu.
LIKULENZ EcoFloor, sebuah inovasi pembersih lantai ramah lingkungan yang memanfaatkan cairan Eco-Enzyme hasil fermentasi limbah organik dapur.
LIKULENZ bukan sekadar produk pembersih. Inovasi ini merupakan sebuah langkah kecil untuk mengubah cara kita memandang sampah. Sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak bernilai, ternyata dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki manfaat.
Proses pembuatannya dimulai dari pemilihan bahan organik yang tepat. Kulit buah segar dan sisa sayuran mentah dipilih, kemudian dibersihkan dan dipotong menjadi bagian-bagian kecil. Bahan-bahan tersebut kemudian difermentasikan menggunakan air dan gula alami, seperti gula merah atau molase, dengan komposisi yang sesuai. Dalam prosesnya, setiap bahan memiliki peran penting. Air menjadi media fermentasi, gula menjadi sumber nutrisi bagi mikroorganisme, sementara limbah buah dan sayuran menjadi bahan utama yang akan diolah menjadi cairan Eco-Enzyme. Setelah seluruh bahan tercampur, proses berikutnya adalah menunggu. Selama kurang lebih 90 hari, bahan-bahan tersebut mengalami proses fermentasi. Wadah disimpan di tempat yang teduh, memiliki sirkulasi udara yang baik, serta terhindar dari berbagai sumber kontaminasi. Seiring berjalannya waktu, proses alami pun bekerja.
Setelah masa fermentasi selesai, cairan dipanen dan disaring untuk memisahkan ampas organik. Hasilnya adalah cairan Eco-Enzyme yang memiliki karakteristik khas, mulai dari aroma fermentasi yang segar hingga warna cokelat muda sampai cokelat tua.
Cairan inilah yang kemudian menjadi bagian penting dari LIKULENZ EcoFloor.
Sebagai pembersih lantai, LIKULENZ dapat digunakan dengan mencampurkan satu hingga dua tutup botol ke dalam satu ember air. Pemanfaatannya membantu membersihkan noda dan kotoran, mengurangi bau tidak sedap, serta menjadi alternatif pembersih yang memanfaatkan bahan-bahan alami. Lebih dari itu, inovasi ini mengajarkan sebuah nilai penting: bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, bahkan dari dapur kita sendiri.
Melalui pemanfaatan limbah organik, LIKULENZ EcoFloor menjadi bagian dari upaya mengurangi sampah, menekan beban lingkungan, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya budaya zero waste.
LIKULENZ EcoFloor.
Sebuah inovasi dari SMKN 2 Boyolangu.
Sebuah langkah sederhana dalam memanfaatkan kembali apa yang tersisa.
Dan sebuah pengingat bahwa untuk menjaga bumi, kita tidak selalu harus memulai dari sesuatu yang besar.
Menyelamatkan bumi bisa dimulai dari dapur kita sendiri.
Buku Panduan/Petunjuk Teknis Pembuatan LIKULENZ EcoFloor berisi informasi dan langkah-langkah pembuatan yang dapat menjadi panduan dalam penerapan inovasi ini.
👉 Akses Buku Panduan LIKULENZ EcoFloor:
https://drive.google.com/file/d/1ZvSToTmDwabmAi9X-eaz-rNemWX0w3Oe/view?usp=sharing


