SABOYA 2 (Sabun Cuci Piring Boyolangu 2) merupakan inovasi produk sabun cuci piring yang memanfaatkan eco-enzyme dari limbah kulit jeruk dan kulit nanas sebagai salah satu bahan pendukung. Produk ini dikembangkan sebagai upaya mengubah limbah organik yang sering dianggap tidak bernilai menjadi bahan yang lebih bermanfaat sekaligus menghasilkan produk pembersih yang praktis dan ramah lingkungan.
Eco-enzyme dibuat melalui proses fermentasi limbah kulit buah, khususnya kulit jeruk dan kulit nanas. Kulit jeruk memberikan karakter aroma segar, sedangkan kulit nanas menjadi salah satu sumber bahan organik yang dapat dimanfaatkan dalam proses fermentasi. Hasil eco-enzyme kemudian dimanfaatkan sebagai bahan pendukung dalam formulasi SABOYA 2.
SABOYA 2 dirancang untuk membantu membersihkan berbagai peralatan makan dan peralatan dapur dari sisa makanan, minyak, serta kotoran. Selain mengutamakan fungsi sebagai sabun cuci piring, produk ini membawa nilai inovasi karena mengintegrasikan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kembali limbah kulit buah. Kehadiran SABOYA 2 diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan peserta didik terhadap pentingnya pengelolaan limbah organik. Inovasi ini juga menjadi contoh penerapan pembelajaran berbasis proyek dan kewirausahaan di bidang kuliner, bahwa limbah dari aktivitas sehari-hari dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan dan keberlanjutan inovasi SABOYA 2, disusun pula Buku Panduan SABOYA 2 yang dapat menjadi referensi bagi guru, peserta didik, tim produksi, maupun pihak lain yang ingin mengenal lebih jauh inovasi pemanfaatan eco-enzyme dalam produk sabun cuci piring.
Buku panduan ini dapat diunduh melalui tautan berikut: Unduh Buku Panduan SABOYA 2
Melalui inovasi ini, SABOYA 2 menjadi salah satu contoh penerapan pembelajaran berbasis proyek, kepedulian lingkungan, dan kewirausahaan di lingkungan SMKN 2 Boyolangu. Dari limbah organik menjadi produk bernilai guna, dari pembelajaran menjadi inovasi, dan dari inovasi menjadi langkah nyata menuju lingkungan yang lebih berkelanjutan. 🌱♻️✨


