SMKN 2 Boyolangu kembali menghadirkan pendekatan penilaian yang bermakna melalui Asesmen Sumatif Kolaboratif Fase F (Kelas XI). Di saat penilaian sering dimaknai sebagai pengukuran hasil akhir semata, asesmen ini dirancang untuk menilai proses belajar secara utuh, mencakup pemahaman konsep, keterampilan kolaborasi, kreativitas, serta penguatan karakter murid.
Melalui kegiatan ini, murid Fase F tidak hanya menampilkan hasil belajar, tetapi juga mengintegrasikan pengetahuan lintas mata pelajaran dalam sebuah karya yang kontekstual. Setiap kelompok murid berkolaborasi dalam perencanaan, pembagian peran, hingga penyajian karya yang merepresentasikan nilai keberagaman, gotong royong, dan identitas budaya.
Asesmen ini menempatkan murid sebagai subjek pembelajaran. Murid belajar dengan mengalami, berdiskusi, dan berkarya bersama. Proses tersebut menjadi bagian penting dari penilaian, di mana kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kepemimpinan, serta tanggung jawab sosial turut diukur dan diapresiasi.
Inilah esensi asesmen pada Fase F:
- Pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan.
- Kolaborasi nyata, bukan kerja individual semata.
- Karya bermakna, bukan hanya tugas administratif.
SMKN 2 Boyolangu meyakini bahwa kompetensi sejati akan tumbuh ketika murid mampu menerapkan ilmu pengetahuan dalam kehidupan nyata. Murid Fase F dilatih untuk menghargai perbedaan, berinovasi, dan bekerja sama dalam suasana pembelajaran yang inklusif dan inspiratif.
Asesmen Sumatif Kolaboratif ini menegaskan bahwa penilaian bukanlah akhir dari pembelajaran, melainkan bagian dari proses tumbuh dan berkembangnya murid sebagai pembelajar sepanjang hayat.
Ini bukan sekadar asesmen.
Ini adalah ruang belajar yang hidup dan bermakna.
📍 SMKN 2 Boyolangu















